Review Jurnal Tentang Pengantar Bisnis Informatika dalam bidang TI
Judul
Jurnal : PENGGUNAAN MEDIA
ONLINE UNTUK BISNIS OLEH PEREMPUAN
Latar Belakang
Masyarakat informasi diasosiasikan dengan
penggunaan internet. Sejak kemunculan internet
hingga saat ini para pengguna internet
selalu bertambah dari waktu ke waktu.
Meledaknya jumlah pengguna internet telah
merambah dalam berbagai sektor, salah satunya
sektor ekonomi dan bisnis. Penggunaan internet sebagai sarana bisnis sangat
berkembang cepat di era informasi. Hal ini
terlihat dengan maraknya kemunculan berbagai bisnis
online yang menawarkan aneka produk dan
jasa yang tak terbatas. Peluang memasarkan produk dan
jasa melalui media online untuk kedepannya akan semakin diminati
masyarakat.
Hadirnya fasilitas internet yang semakin terjangkau oleh semua kalangan
menjadi salah satu faktor untuk memulai dan mengembangkan bisnis secara online.
Tidak terkecuali oleh kaum perempuan yang mulai banyak melirik aktifitas ini.
Multiply.com, sebagai salah satu penyedia layanan e-commerce di Indonesia menyebutkan bahwa jumlah perempuan yang
berbisnis online di Multiply.com lebih tinggi daripada laki-laki. Menurut
Daniel Tumiwa, Country Manager Multiply Indonesia, peluang bisnis online ini
banyak diminati perempuan. Sebanyak 60 persen perempuan tercatat berjualan di
Multiply. Sementara 40% sisanya adalah laki-laki. Kebanyakan pelaku jual beli
online berasal dari kalangan perempuan muda. Bisnis online dianggap lebih
menguntungkan, dengan penghasilan lebih besar dibandingkan bekerja sebagai
karyawan (dalam entertainment.kompas.com, 2011).
Hasil survei Payment Solution
terhadap negara-negara di seluruh dunia menunjukkan bahwa Indonesia adalah
negara dengan transaksi online paling tinggi se-asia pasifik, ungkap Iim
Fahima Jachja, CEO Virtual Consulting (dalam
female.kompas.com, 2012). Di samping itu pada tahun
2010, nilai pembelanjaan online masyarakat Indonesia saat ini
hanya sekitar 0,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau
sekitar Rp 2 triliun (230 juta dollar AS). Sehingga masih
banyak peluang
Banyaknya para pebisnis perempuan online di Indonesia membutuhkan suatu
wadah atau sarana untuk saling berbagi informasi
antar mereka dalam mengelola bisnis online
yang dijalankan. Muncul berbagai komunitas yang hadir untuk mengorganisir
mereka sebut saja KOS (Komunitas Online Shop), ReOS (Recommended Online Shop) serta di Surabaya ada sendiri ada
WOSCA (Woman Online Community
Surabaya). WOSCA sendiri merupakan komunitas untuk para perempuan pemilik
Online Shop atau Bisnis Online lainnya. Didirikan pada 11 September
2011 oleh Lilies Rolina, pemilik Online
Shop Rumah Liena. Berawal dari kegelisahan
akan wadah khusus untuk para pengusaha
bisnis online, akhirnya Lilis membentuk
komunitas ini. WOSCA adalah sebuah wadah untuk
pemilik Online Shop yang selalu ingin mengembangkan
diri dan bisnis.
Dalam kegiatan bisnis online, perempuan menjadi subyek utama, baik dari
sisi pembeli maupun penjual. Karena pada dasarnya sifat perempuan yang
cenderung konsumtif dalam membeli barang. Tanpa disadari seorang perempuan
lebih konsumtif dibandingkan dengan
pria. Lihat saja berapa banyak benda yang melekat dan dibutuhkan oleh seorang
perempuan saat dia hendak keluar rumah dibandingkan pria. Benda-benda tersebut
melekat ditubuh perempuan mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Misalnya:
kerudung, baju, tas, aksesoris, make up, dan sepatu.
Menurut Sumartono (2002) (suaramerdeka.com, 2012), munculnya perilaku
konsumtif disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Adapun faktor
internal yang berpengaruh pada perilaku konsumtif individu adalah motivasi,
harga diri, observasi, proses belajar, kepribadian dan konsep diri. Sementara
faktor eksternal yang berpengaruh pada perilaku konsumtif individu adalah
kebudayaan, kelas sosial, kelompok-kelompok sosial dan referensi serta
keluarga. Faktor eksternal inilah yang kemudian terkonstruksi dalam sebuah
identitas (gaya hidup) yang banyak mempengaruhi perempuan. Perempuan kemudian
terjebak dalam kehidupan konsumtif.
Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang telah
dijelaskan sebelumnya maka peneliti ingin mengetahui
gambaran penggunaan media online untuk bisnis oleh perempuan dengan menjawab
pertanyaan penelitian berikut:
1. Bagaimana pengelolaan informasi produk
atau jasa dalam bisnis online yang dilakukan oleh perempuan di komunitas WOSCA?
2. Bagaimana pengelolaan informasi produk
atau jasa dalam bisnis online yang dilakukan oleh perempuan di komunitas WOSCA
dalam memperoleh keuntungan?
Pengelolaan
Informasi Bisnis Online
Untuk mengukur pengelolaan informasi bisnis online,
penelitian ini menggunakan diagram Lancaster. Pada awalnya diagram
Lancaster digunakan untuk alat bantu proses pengelolaan bahan
pustaka pada sebuah lembaga perpustakaan, mulai dari pengumpulan
bahan pustaka serta sampai siap digunakan oleh user perpustakaan.
1. Population
of Document : tahap
ini menjelaskan sumber asal produk atau
jasa yang mereka jual.
2. Selection and
Acquisition : tahap ini
menjelaskan mengenai penyeleksian produk atau jasa yang akan dijual secara
online dengan cara menjual produk yang unik atau tidak pasaran, produk
yang berhubungan dengan dunia perempuan seperti fashion dan
3. Conceptual
Analysis:
pada tahap ini meliputi proses description. setelah menemukan produk yang
sekiranya cocok untuk dijual, responden perlu
membuat sebuah deskripsi dari masing-masing produk yang
dijual.
4. Katalog Online: ini merupakan
tahap terpenting dalam berbisnis melalui media online,
karena dari sini lah para calon konsumen mengakses serta melihat produk atau
jasa yang dijual.
Metode
Penelitian
Penelitian
ini menggunakan metode kuantitatif deskripstif, dengan mengirim kuesioner
melalui email. Menurut Van Selm dan Jankowski (2005) diacu dalam Sepulveda
(2009), survei berbasis internet digunakan untuk
penelitian dengan nonprobability sampling. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan pertimbangan perempuan
yang telah menjalankan bisnis online minimal selama
satu tahun dan telah memperoleh keuntungan dari
bisnis online secara kontinu. Jumlah
populasi sebanyak 165 perempuan anggota komunitas
WOSCA Surabaya. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 55 orang responden.
Instrumen penelitian yang digunakan adalah
kuesioner, wawancara, observasi, data sekunder
dan studi pustaka.
Analisis Data
Berdasarkan pertanyaan penelitian yang telah
disebutkan maka peneliti melakukan penelitiaan untuk
mengkaji dan memahami penggunaan media online
untuk bisnis di kalangan perempuan komunitas WOSCA dengan
indikator masyrakat informasi menurut Machlup.
Penutup
Berdasarkan hasil penelitian yang telah
dilakukan peneliti mengenai pengelolaan informasi bisnis
dengan media online yang dilakukan oleh perempuan pada komunitas WOSCA
yang khusus berdomisili di Surabaya bahwa pendeskripsian
informasi barang atau jasa dalam bisnis
online sangat diperlukan karena secara tidak
langsung kegiatan bisnis online adalah menjual informasi, jadi
hendakanya setiap pebisnis online mampu memberikan informasi
yang sejelas-jelasnya. Responden yang telah
melakukan pengelolaan informasi barang atau
jasa yang dijual dengan baik, yakni dengan
memberikan informasi yang jelas serta menampilkan
foto di setiap barang atau jasa lebih
banyak memperoleh penghasilan daripada yang belum
mendeskripsikan informasi jualannya dengan baik. Selain keuntungan memperoleh
penghasilan yang lebih tinggi, keuntungan yang diperoleh dengan melakukan
pengelolaan informasi yang baik adalah mampu membangun
kepercayaan bisnis online dimata konsumen
untuk berbelanja karena memberikan informasi yang jelas dan akurat.
Sumber
Referensi :
Link Jurnal : journal.unair.ac.id/filerPDF/Jurnal-FITRIANA%20RAHAYU.pdf
http://faisalagung17.blogspot.co.id/2015/11/review-jurnal-pengantar-bisnis.html. Diakses pada 14 November 2016 jam 20.53
Nama : Asri Safirannisa
NPM : 51413445
Kelas : 4IA17

Komentar
Posting Komentar